Postingan

Kebahagiaan

Kadang kita tidak menyadari, bahwa tidak hanya segelintir orang yang bisa memperoleh kebahagiaan. Kebahagiaan itu sendiri, bisa diraih dengan atau tanpa orang lain disekitar kita. Tetapi kebahagiaan yang sebenarnya adalah kebahagiaan yang berasal dari diri kita sendiri. Karena kebahagiaan yang sesungguhnya adalah kita dan bukan dia, mereka ataupun orang lain. Bagi setiap orang yang merasa dirinya tidak pernah memiliki atau merasakan kebahagiaan, itu adalah orang yang tidak percaya akan keberadaan Tuhan. Karena dimana pun dan kapan pun kita berada, Tuhan pasti akan selalu memberikan kebahagiaan. Entah bagaimana cara Tuhan memberikannya, namun yang pasti, kebahagiaan yang Tuhan berikan adalah kebahagiaan yang tidak akan tergantikan oleh apapun dan tidak akan ternilai harganya. Karena kebahagiaan yang diberikan Tuhan itu nyata. Dan tidak seorang pun yang bisa mengubah sedetik kebahagiaan yang telah Tuhan berikan untuk kita.  Namun terkadang banyak orang yang merasa iri de...

Tinggal Kenangan

Dengan mudahnya, kau mendatangi ku lagi. Untuk kesekian kalinya, dalam hari-hariku yang tenang dan damai, tanpamu. Kau kembali, menjadi sosok yang manis, ramah juga baik, seperti saat pertama kita bertemu. Kata-kata manis itu sangat menjanjikan, seolah, harapan masih bisa kugenggam. Namun ternyata, lagi dan lagi, kau kembali mencoreng luka, disudut hati ini. Mengusik hari-hariku dengan rajinnya. Memaksaku untuk kembali menyentuh kenangan, juga mengajariku untuk mengais-ngais masalalu, yang seharusnya telah ku simpan rapi dalam angan.           Kau selalu berpura-pura dalam topengmu. Bersikap manis dengan kata-kata yang menjanjikan. Mungkin salahku, yang dengan mudahnya percaya akan semua ucapanmu. Kau adalah sosok yang tak ku mengerti, bagaimana akhirnya hati ini memilihmu. Aku telah dibutakan oleh rasaku sendiri. Aku, buta karenamu.           “Haii.” sapa Randy, dengan manisnya. Jujur, ...

Pesan untuk Rio

Terimakasih yang terindah, Dhita ucapkan dari hati lembutnya, pada seorang Mario Septino —sosok yang pernah ia kenal, sangat menyayanginya, dulu— dari   dalam hati yang sebenarnya, ia tak pernah terima akan segala sikap Rio padanya. Namun Rio memerani hal terpenting dalam hidupnya, karena secara tak langsung ia telah membantu Dhita untuk berpikir dewasa dan hati-hati dalam menilai orang lain.           Tercoreng, betapa buruknya sikap Rio padanya, dulu. Ibarat lembaran kertas usang, mungkin Rio telah dirobek menjadi sekian bagian, lalu ia biarkan bertebaran dilantai, karena siapa tahu ada seseorang baik hati yang memungut dan membersihkan keburukan hati seorang Rio. Ibarat guling, mungkin Fahmi mengalami luka yang cukup parah, karena dibenturkan tiap hari ke tembok. Juga bagai kerikil kecil, yang dengan mudahnya ia lemparkan kedanau, biar air danau menenggelamkan kerikil itu dari hati Dhita.       ...

Cinta yang Tak Terucap

Bella menatap arlogi ungu, yang menempel dipergelangan tangan kirinya. Ia memandang sekitar, mencari sosok yang dicarinya. Wajahnya, ia tengadahkan keatas. Semburat air hujan, jatuh membasahi wajah manisnya. Ia kembali menatap arlogi yang senantiasa menemani kesendiriannya. Malam hampir larut, tubuhnya basah karena hujan. Dicarinya tempat teduhan diseberang sana, untuk melindungi diri, dari hawa dingin yang menusuk tulang. ‘Kelvin, mana sih.’ gumamnya pelan. Ia berteduh dihalte. Bola matanya masih ingin mencari, sosok orang yang membuatnya terus menunggu. Lalu lalang kendaraan didepannya, membuat bising suasana. Ia taruh box nasi goreng, yang tadi ia beli dikedai makanan, disampingnya. Kedua tangannya, ia gosokan perlahan, mencari kehangatan, lalu ia masukan ke kantung jaket kulitnya. --           Kelvin terbaring lemah dikasurnya. Mata sayunya, memandang langit-langit kamar. Ia lirik jam weker, yang ada dimeja belajarnya. ...