Postingan

Pesan lewat Bunga

Aku ingat, tentang sebuah bunga yang tumbuh disekitar pekarangan rumahku. Bunga yang dengan rajinnya, kusirami tiap sore. Bunga yang kurawat mulai dari bibit hingga akhirnya, tumbuh menjadi bunga yang sangat cantik. Saat memasuki usia 19 tahun, aku berkeinginan untuk membuat toko bunga. Ingin memasarkan bunga-bungaku yang kutanam kurang lebih 3 tahun, kira-kira terdapat 12 spesies bunga yang tumbuh dipekarangan rumahku. Dan akhirnya, keinginan yang kupikir mustahil, kini menjadi nyata. Terpampang sebuah reklame bertuliskan; Nariss Flowers , disamping rumahku. Kini toko itu, dijaga oleh ayah dan juga 2 kurir, untuk membantu tugas ayah.           Narista Maharani, ya, itu aku. Nama toko bunga itu, diambil dari namaku. Aku mulai menyukai bunga sejak kecil. Almarhumah, mamaku, juga sangat menyukai bunga, terlebih bunga mawar. Jadi mungkin, aku keturunan mama, yang sangat menyukai bunga. Hiasan dinding kamarku, juga tak luput dari bunga. ...

Pupus

Aku menyesal mengalami hal ini. Menyesal telah berharap bisa seperti sekarang. Kini, aku tak tau harus berbuat apa dengan yang kurasakan. Aku bersamanya, melewati masa-masa dimana aku selalu merasakan segala keindahan. Menjumpai setiap kenangan yang dulu belum pernah aku temui. Melalui hari-hari yang senantiasa membuatku tersenyum saat bersamanya. Sungguh.. Aku menyesal akan apa yang pernah kuucap, tentang apa yang dulu pernah jadi doaku. Semoga esok, lusa dan seterusnya, tetap ada kami dan kenangan kita. “Elsa..” seseorang menubruk tempat tidurku. Dia Windy, sahabatku. Sahabat yang selalu senantiasa bersamaku. Di minggu pagi ini, aku menyuruhnya untuk main ke rumah, karena orangtuaku baru saja pergi ke Bandung, subuh tadi. Aku merebut bantal dolphin milikku, yang tengah dipegangnya, “Salamnya mana woiii! Main masuk aja. Untung gada orang rumah..” protesku. Dengan gaya khasnya yang suka cengengesan ketika salah, Windy berucap, “Maaf Ca, gue lupa.” ungkapnya. “Lagi ngapain ...

Love is Bella

Cerita dimulai pada sebuah pesta dari keluarga kaya. Beberapa tamu undangan nampak sibuk dengan urusan mereka masing-masing. Penari wanita berliak-liuk diatas podium dengan diiringi musik dari DJ yang berpengalaman. Dua penari hiphop, menampilkan aksi breakdance, headstand-nya. Para tamu membuat lingkaran besar mengerubungi kedua penari tersebut. Mereka nampak terkesima dan sangat menikmati acara itu.           Sang pemilik rumah, berada dibar dengan beberapa botol anggur dimeja. Wajahnya kusut dan matanya terlihat pening. Mungkin karena minum terlalu banyak. Tiba-tiba terdengar suara pecahan kaca dari sudut pintu masuk. Bella George—anak dari pemilik rumah itu, melirik sekilas kearahnya. Bella berjalan dengan langkah gontai menuju kerumunan itu dan naas, pria misterius menyerang pergelangan tangan kirinya. Bella teriak kesakitan namun pria misterius itu berhasil kabur melewati pintu belakang. Samar-samar ia melihat bayangan seorang co...